Jenis, Kelebihan dan Kekurangan Pasir untuk Bangunan

Lifestyle Kaya Sugih

Pasir merupakan salah satu bahan dasar untuk membangun sebuah bangunan baik itu gedung atau juga rumah. Kebutuhan akan pasir pun selalu meningkat dari tahun ke tahunnya seiring dengan sulitnya perizinan untuk membeli kayu hutan sebagai bahan membuat rumah. Selain itu juga dikarenakan banyaknya pembangunan rumah yang lebih cenderung menggunakan pasir dibandingkan dengan menggunakan papan dari kayu. Hal ini jelas akan berdampak pada harga pasir itu sendiri yang semakin meningkat dari tahun ke tahunnya.

Lebih dari harga pasir yang terus meningkat tersebut, sudahkah anda mengetahui bahwa pasir itu sendiri berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Dari sjeumlah jenis pasir yang ada di pasaran dan digunakan untuk dibuat sebagai bahan bangunan, setidaknya ada 3 macam yang cukup terkenal sebagai bahan bangunan. Jenis pasir apakah yang dimaksud tersebut? Berikut uraiannya untuk anda yang sedang ingin membuat rumah dan membutuhkan pasir tersebut.

Pasir Lumajang

Pasir jenis pertama adalah pasir yang berasal dari kawasan Lumajang. Karakteristik dari pasir ini membuat harga pasir lumajang merupakan yang tertinggi. Hal ini dikarenakan oleh kualitasnya juga sebagai yang paling bagus diantara banyak jenis pasir lainnya. Warnanya yang hitam pekat mengindikasikan bahwa pasir lumajang ini mengandung banyak besi di dalamnya. Tentunya kandungan ini akan membuatnya lebih kuat dibandingkan dengan pasir lainnya dan sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan dasar atau cor bangunan dan campuran beton. Kemudian juga ketika digunakan sebagai perekat batu bata, pasir ini akan lebih kuat mencengkram. Kemudian kadar kerikil yang terkandung di dalamnya juga sangatlah sedikit.

Berbicara kekurangan dari pasir Lumajang ini adalah terkait masalah karakteristiknya yang mudah kering, hingga anda yang ingin membuat rumah dari bahan pasir Lumajang harus menyediakan banyak air. Selebihnya juga harganya pun terbilang sangat tinggi.

Pasir Blitar

Pasir Blitar adalah pasir yang tentunya berasal dari kawasan Blitar. Karakteristiknya berbeda dengan pasir yang berasal dari daerah Lumajang. Dimana pasir yang satu ini akan cepat sekali melunak jika dibikin adonan pasir bersama dengan semen. Hal ini tentunya membuat pasir Blitar disukai oleh para pembuat bangunan dalam jumlah yang banyak atau borongan. Kemudian juga harganya lebih murah bila dibandingkan dengan harga pasir Lumajang.

Pasir Mojokerto

Pasir Mojokerto juga menjadi salah satu pasir yang sering digunakan untuk membuat sebuah rumah atau bangunan lainnya. Meski tak sebagus pasir dari Lumajang, namun pasir ini juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pasir lainnya. Sebut saja diantaranya adalah teksturnya yang tidak mudah mengering, sehingga anda tidak memerlukan banyak air dalam membangun rumah ketika menggunakan pasir yang satu ini. Kemudian juga anda akan tertolong dengan harganya yang lebih murah, sehingga sangat cocok untuk anda yang memiliki budget yang terbatas.

Adapun kekurangan pasir Mojokerto sendiri adalah mengandung banyak lumpur, sehingga tak bagus ketika dijadikan bahan dasar campuran beton. Kemudian juga sangat jelek hasilnya jika digunakan sebagai pencampur bangunan rumah. Sementara ketika digunakan sebagai pelapis batu bata akan menyebabkan dinding rumah mudah terkelupas.

Demikian setidaknya tiga macam jenis pasir yang ada di Indonesia. Selain itu anda pun dapat menemukan referensi mengenai harga pasir dan juga jenis pasir lainnya yang dapat anda gunakan melalui situs sejasa.com. Situs penyedia jasa yang sangat bersahabat dengan anda yang ingin membuat rumah, merenovasi rumah dan lain sebagainya.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

Most popular articles related to Jenis, Kelebihan dan Kekurangan Pasir untuk Bangunan